by

Warga Laloeha Tagih Janji Bupati

TRIBUNKOLUT.COM- Sebuah cerita yang pernah ada mengisahkan seorang calon kepala daerah berkunjung kesuatu tempat untuk mensosialisasikan program kerjanya jika terpilih menjadi bupati di daerah tersebut.

Didepan audiens konstituennya sang calon kepala dearah mengatakan jika dirinya kelak menjadi bupati di daearah tersebut, dirinya akan meningkatkan perekonomian, membangun jalan, saluran dan jembatan. Namun saat calon bupati menyebut jembatan, tiba tiba seorang warga memberi interupsi mengatakan maaf pak. bagaimana mau membuat jembatan sementara di daerah ini tak ada sungai.

Mungkin kerena semangatnya calon kepala daerah tersebut sontan menjawab kalau begitu kita buat sungai sekalian. Hal tersebut membuat spontan warga yang hadir menjadi riuh…

Cerita diatas nampaknya mirip dengan kisah warga Kolohipo Kelurahan Laloeha Kabupaten Kolaka yang hingga kini menanti dibangunnya jembatan yang pernah dijanjikan oleh Bupati Kolaka, Ahmad Safei.

Penantian warga tersebut bukan tanpa alasan, sebab dua kali Ahmad Safei berkunjung ke lokasi jembatan yang dijanjikan akan dibangun itu, tepatnya saat menjelang Pilkada Kolaka tahun 2013 silam dimana Ahmad Safei dan Muhammad Jayadin keluar sebagai pemenang pada pilkada tersebut. Kunjungan kedua kembali dilakukan di lokasi sungai yang sama setelah terpilih sebagai Bupati Kolaka kedua kalinya tahun 2019 lalu. Sayangnya, janji akan pembangunan jembatan tersebut hingga kini belum ada tanda tanda menggembirakan.

Warga Kelurahan Laloeha yang ditemui, sebut saja bernama Umar mengurai bahwa hingga saat ini warga di tempat tersebut menagih janji Bupati Kolaka yang hingga kini tak kunjung tiba.

” Jembatan yang dijanjikan ini merupakan akses yang menghubungkan antara Kelurahan Balandete dan Kelurahan Laloeha. Karena warga disini sudah mendengar akan dibangun jembatan, jalan dan talud di sungai ini maka warga sudah menunggu akses tersebut dibangun. Sayangnya hingga kini belum ada tanda tanda kapan dimulai,” terangnya.

Dia menambahkan akibat janji pemerintah tersebut warga tak bisa berbuat apa apa. Malah bibir sungai yang dijanjikan akan dibangun tersebut telah longsor hingga membuat jalan setapak dan rumah warga nyaris ambruk ke sungai.

” Warga disini dilema. Mau membangun rumahnya takut nanti akan dibongkar. Mau memperbaiki sungai juga sudah dijanjikan akan diperbaiki oleh pemerintah. Karena terlalu lama tidak ada perhatian akhirnya rumah warga dan jalan setapak disini sudah nyaris jatuh tergerus air sungai. Jika ini dibiarkan maka yang merasakan kerugiannya adalah warga di Kolohipo ini. Untung saja sejumlah warga berinisiatif membangun talud penahan air dengan cara urugan dana untuk menghindari kerugian yang lebih besar,” jelasnya.

Dirinya berharap agar janji pembangunan jalan, jembatan dan talud sungai yang pernah disampaikan oleh bupati Kolaka segera direalisasikan.
“Kasian warga disini jika ini dibiarkan. Kami berharap Pemda Kolaka secepatnya merealisasikan hal ini,” harapnya. (as)