by

Dua Tahun Memimpin, Kepala SDN 4 Porehu Genjot Pembangunan Sapras Sekolah

TRIBUNKOLUT.COM, LASUSUA – Keberadaan sarana dan prasarana (Sapras) sekolah yang mumpuni seperti ruang kelas belajar (RKB), ruang kantor, perpustakaan, WC, rumah dinas, sarana olahraga dan Sapras lainnya sangat menunjang terciptanya proses belajar mengajar yang baik.

Meski demikian, terkadang  keterbatasan anggaran dan letak sekolah yang terbilang jauh dari pusat kota (terpencil) membuat sebagian sekolah belum mampu menyajikan semua kebutuhan Sapras yang layak.

Hal itu, semakin runyam jika seorang Kepala Sekolah (KS) sebagai motor penggerak di lembaga tersebut tidak memiliki spirit membangun, terobosan-terobosan baru, terkesan abai, dan kurang responsif dengan kondisi yang ada.

Untuk meretas semua itu, tentu dibutuhkan seorang pemimpin yang punya keinginan kuat merubah keadaan ditengah keterbatasan tanpa harus menunggu arahan dari pucuk pimpinan.

Nah. Karakter itulah yang dilirik Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kolaka Utara dalam diri mantan Kepala Sekolah Negeri 1 Porehu, Hj. Rusmi Politondok, S.Pd, sehingga memberi amanah padanya menata dan memimpin SDN 4 Porehu (SDN 1 Ponggi).

RKB SDN 4 Porehu. Foto: Astar Bijak

“Saya menerima tugas dan tanggungjawab di sekolah baru atas arahan Bapak Kadis Dikbud. Beliau menyampaikan jika dalam diri saya ada semangat membangun, untuk itu saya ditugaskan disana dengan harapan dapat menata sekolah tersebut,” katanya, Senin (6/6/2022).

Tiba di tempat tugas baru, Hj. Rusmi tancap gas, ia mulai mengidentifikasi kekurangan Sapras SDN 4 Porehu yang butuh pembenahan antara lain. Lima ruangan belajar, pagar sekolah, perpustakaan sekolah, rumah dinas, dan beberapa Sapras lainnya.

“Setelah mengidentifikasi kekurangan, kami langsung membuat tujuh proposal berdasarkan kebutuhan sekolah yang sangat mendasar waktu itu, seperti kantor, perpustakaan, pagar sekolah, mobiler, toilet, dan rumah dinas guru,” urainya.

Dari tujuh proposal yang telah diajukan, lanjutnya, beberapa diantaranya telah dipenuhi Pemerintah Daerah melalui Dikbud.

“Alhamdulillah, saat ini kami telah memiliki lima Ruang Kelas Baru (RKB), ruang perpustakaan, dan tahun ini pagar sekolah sementara dalam proses pengukuran,” ujarnya.

Meski demikian, tuturnya, saat ini sekolah yang dia pimpin sangat membutuhkan rumah dinas dan toilet sekolah.

“Keberadaan rumah dinas sangat dibutuhkan karena ada beberapa guru baru jalur P3K dari luar Kecamatan Porehu yang tidak memiliki tempat tinggal, termasuk toilet sekolah,” pungkasnya.

Terkait semua bantuan Sapras yang telah diberikan Pemerintah Daerah di SDN 4 Porehu selama dua tahun dia menjabat. Mantan Kepala SDN 1 Porehu ini, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara.

“Terimakasih Kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati, serta Kepala Dinas Dikbud Kolaka Utara atas bantuannya. Kami berharap beberapa proposal Sapras lainnya yang telah kami ajukan kedepannya bisa terealisasi,” harap dia.

Diketahui, SDN 4 Porehu ini terletak di Desa Ponggi, Kecamatan Porehu. Dulunya SDN 4 Porehu bernama SDN 1 Ponggi, perubahan nomenklatur tahun 2020 membuat nama sekolah-sekolah di Kolaka Utara jenjang SD dan SMP berubah.

Laporan: Astar Bijak