by

Kadis Perikanan Akan Validasi Ulang Data Nelayan di Kolut

TRIBUNKOLUT.COM, LASUSUA – Ditunjuk sebagai Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Ir. Zakaria Bakrie akan melakukan validasi ulang data jumlah nelayan, pembudidaya, serta luas area tambak yang tersebar di beberapa kecamatan se-Kolaka Utara.

Untuk mewujudkan itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan agar menginstruksikan para kepala desa guna melakukan pendataan terkai jumlah nelayan, pembudidaya, dan luas tambak yang berada di desa masing-masing.

Menurutnya, validasi data sangata penting karena tanpa data yang valid mustahil program akan berjalan dengan baik.

“Ini langkah awal yang akan saya lakukan. Saya tidak tahu metodologi pengambilan data teman-teman yang lalu dan sekarang, sehingga kalau itu dilakukan oleh mereka sendiri nanti ada komperennya atau secon opinion dengan data yang dikumpulkan oleh Kades. Nanti datanya kita akan cocokkan sehingga menghasilkan data yang lebih valid,” kata Kadis Perikanan, beberapa waktu lalu.

Selain validasi data, Alumnus PPLH Universitas Hasanuddin ini juga berencana melakukan penataan birokrasi di tubuh Dinas Perikanan Kolut dengan memisahkan dua bidang dari kantor Dinas Perikanan ke gedung Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang terletak di Desa Pitulua, Kecamatan Lasusua.

“Saya lihat kondisi ruangan di kantor peringkanan sangat terbatas. Ruangan yang mestinya hanya diisi 3 orang itu diisi sampai 6 orang dan menurut saya ini tidak efektif. Oleh karena itu, jika bapak Bupati mengizinkan, maka saya memindahkan Bidang Tangkap dan Bidang Budidaya di PPI dan menyisakan Bidang SDM dan Sekretariat di Kantor Perikanan,” Terangnya.

Selain untuk efektifitas kerja ASN lingkup Dinas Perikanan, lanjutnya, dengan menepatkan dua bidang disana kondisi fasilitas di PPI dapat hidup dan terpelihara kembali.

Terkait program pemberdayaan dari Provinsi, Ia telah berkomunikasi dengan pihak provinsi hanya saja untuk program pemberdayaan di 2021 itu sudah terkunci.

“Sehingga dari komunikasi tersebut pihak meyarkan agar mengkultasikan  ulang  di awal tahun sehingga provinsi dapat memprogramkan untuk Kolaka Utara di tahun 2022,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Ia juga akan meninjau langsung kawasan budidaya rumput laut yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Budidaya rumput laut di  Kolaka Utara merupakan salah satu potensi ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat pesisir yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah,” jelasnya.

Meskipun demikian, tidak semua kawasan pesisir cocok untuk dijadikan kawasan budidaya rumput laut.

“Budidaya rumput laut harus ditempatkan pada area yang tepat karena tidak semua kawawsan pesisir cocok dijadikan kawasan budidaya.  Berdasarkan pengalaman saya di Luwu Timur, dari empat kecamatan pesisir yang telah kami uji coba saat itu, antara lain Kecamatan Angkona, Wotu, Malili, dan Burau. Hanya Wotu dan Burau yang cocok budidaya rumput laut jenis kotoni sementara jenis liseral cocoknya hanya di Malili dan Angkona,” lanjutnya.

Untuk kontes Kolaka Utara, ada beberapa desa yang saat ini menjadi tempat budidaya rumput laut antara lain. Desa Powalaa, Lawadia, Korooha, Mala-mala, Kamisi, dan Lambai.

“Semuanya akan kami kunjungi, sekaligus bertemu serta berdiskusi dengan para petani rumput laut untuk mencari tahu kendala apa yang mereka hadapi. Jika memang ada, maka kita harus dampingi mereka minimal pendampingan dari sisi teknisnya,” bebernya.

Untuk para petani penambak, Kadis Perikanan mencoba melirik komoditi lain selain ikan bandeng dan udang paname.

“Komoditas lain yang telah saya uji coba adalah ikan nila merah. Harga nila merah dua kali lipat dari harga bandeng dengan durasi pemeliharaan sama. Kalau ini bisa dibudidayakan, saya yakin bisa memperbaiki pendatan petani tambak,” pungkasnya.(Astar)