by

Kasat Pol-PP Ingin Relokasi Pedagang Ikan dan Sayur Dilakukan Secara Humanis

TRIBUNKOLUT.COM, LASUSUA – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol-PP) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) menginginkan proses relokasi pedagang ikan dan sayur yang sampai saat ini masih menggelar dagangannya di tepi jalan kota Lasusua dilakukan secara humanis dengan mengedepankan prinsip Hak Asasi Manusia.

“Relokasi ke pasar Lacaria tetap dilakukan, hanya kita lebih mengedepankan prinsip humanis dengan memberikan pemahaman kepada para pedagang agar tidak menggelar dagangannya di tepi jalan karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dan keindahan kota,” kata Drs. Ramang Kasat Pol-PP Kolut, Rabu (17/3/2021).

Dua Minggu yang lalu, pemerintah Kecamatan Lasusua telah melayangkan surat himbauan kepada para pedagang ikan dan sayur agar tidak lagi berjualan di emperan jalan kota dan meminta mereka masuk ke lokasi pasar Lacaria. Namun pedagang mengindahkan surat himbauan tersebut.

Kasat Pol-PP bersama TNI-Polri, Dinas Perdagangan, Badan Lingkungan Hidup, Bapenda, dan Pemerintah Kecamatan Lasusua, mengunjungi pedagang ikan yang masih menggelar dagangannya di tepi jalan kota Lasusua. Foto: RH

“Karena masih diindahkan. Maka sebagai langkah awal kemarin kami bersama TNI-Polri, Dinas Perdagangan, BLH, Bapenda, dan Pemerintah Kecamatan mendatangi langsung mereka yang masih mengelar dagangannya. Tujuannya melakukan pendekatan persuasif, memberikan pemahaman dan sosialisasi, mendengar keluhan pedagang, sekaligus melakukan pendataan,” terangnya.

Sebenarnya lanjut Ramang, larangan menggelar dagangan seperti ikan dan sayuran di tepi jalan secara permanen di luar kompleks pasar sudah tertuang dalam Perda yang mengatur tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Perda terkait kebersihan dan keindahan kota.

“Dengan Perda tersebut, tanpa perintah Satpol-PP bisa melakukan penertiban. Hanya karena pesoalan pedagang ikan dan sayuran ini sudah kronis sehingga kami mimanta agar persoalan penertiban tidak sepenuhnya dilimpahkan ke kami selaku penegak perda tapi melibatkan semuan komponen baik Disdag, Tata Ruang, BLH, Pemerintah Camat dan TNI-Polri,” jelasnya.

Selanjutnya, sesuai hasil rapat koordinasi kemarin di Kantor Kecamatan Lasusua. Pemerintah Kecamatan akan meminta Pemda Kolut mengeluarkan surat himbauan kepada para pedagang ikan dan sayuran kalau masih diindahkan maka kami lakukan operasi gabungan yang melibatkan pihak-pihak yang berwenang.

“Tetapi tetap mengedepankan prinsip humanis, terlebih ditengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini masyarakat itu gampang tersulut emosi sehingga sebisa mungkin kita menghindari gesekan.  Dan kami yakin apapun yang kita inginkan jika komunikasi dan bahasanya bagus kepada mereka pasti mereka terima,” pungkasnya. (AST)