by

Ketua Komite PPM Janji Akan Tegur Kontraktor.

Entah alasan apa, Asisten Perencanaan dan Pembangunan Setda Kolaka, Mustajab, mengaku jika dirinya dikeroyok. Hal ini diungkapkan di Kantor DPRD Kolaka, Kamis (10/6/2021) kemarin.

“ Hari ini saya dikeroyok dengan teman-teman. Tapi saya merasa bangga mudah-mudahan bisa selesai, bisa seperti saat ini, bisa saya pertanggungjawabkan dan saya selalu diawasi,” terang Mustajab.

Mustajab yang tak lain adalah Ketua Komite Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang mengelola dana CSR PT Vale ditetapkan oleh Bupati Kolaka, Ahmad Safei melalui Surat Perintah Tugas Nomor : 090/154/2020 mengungkapkan bahwa Komite telah bekerja professional sesuai dengan Petunjuk Tehnis (Juknis) yang ada di Vale. Namun jika selama ini dianggap tidak transparan maka kami meminta maaf.

“ Atas nama komite minta maaf kalau dianggap pekerjaan kita ini tidak transparansi. Tapi yang jelas kami sudah bekerja secara professional berdasarkan juknis yang ada di Vale, namun ternyata jika ada teman teman kontraktor yang dianggap tidak transparansi, maka kami akan tegur,” terang Mustajab.

Seperti diketahui, beberapa hari terakhir, isu pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau dana Tanggungjawab Sosial Perusahaan yang di kelolah oleh Komite PPM yang dibentuk oleh Pemda Kolaka terus menuai sorotan publik, lantaran pengelolaan dana tersebut dianggap penuh kejanggalan. Bahkan kejanggalan tersebut bukan saja dari  masyarakat namun Ketua DPRD Kolaka serta Wakil Bupati Kolaka pun menilainya demikian. Maka tak salah jika pengelolaan dana CSR Vale ini harus dibuka secara terang benderang kepada publik, agar dana yang seharusnya diperuntukkan buat masyarakat dan pengelolaannya dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh public tidak menjadi polemic berkepanjangan. (As)