by

Kolaka Utara Urutan Ke-7 Indeks Pembangunan Manusia Terbaik di Sultra

LASUSUA, TRIBUN KOLUT – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Developmen Index (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, harapan lama sekolah, pendidikan, dan standar hidup. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk).

IPM juga dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah.

Bagi Indonesai, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja pemerintah, IPM digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).

Di penghujung Maret 2021 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut), melalui kegiatan Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun anggaran 2022 yang digelar di Aula Islamik Center Masjid Agung Bahru Rasyad Wal Ittihad Lasusua, menyampaikan beberapa capaian Pemkab Kolut dalam rentang waktu kurang lebih 3,5 tahun masa kepemimpinan Drs. H. Nur Rahman Umar, MH-H. Abbas, SE, terhitung sejak 2017 sampai 2021.

Salah satu capaian yang dikemukakan oleh Wakil Bupati Kolut, H. Abbas, SE, meningkatnya secara signifikan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Kolaka Utara.

Peningkatan IPM tersebut menempatkan Kolaka Utara di urutan ke-7 sebagai kabupaten dengan IPK terbaik dari 17 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kolaka Utara untuk tahun 2020 tercapai 69,31 atau Menempati posisi ke-7 terbaik di Provinsi Sulawesi Tenggara. Angka tersebut signifikan meningkat dibandingkan dengan tahun 2017 yang lalu yakni 67,77,” terang Wabup Kolut.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, aspek penopang angka IPM tersebut mencakup aspek kesehatan dengan indikator Angka Harapan Hidup yang terealisasi sebesar 70,36 tahun
dimana pada awal pemerintahan kami tahun 2017 pada angka 69,74 Tahun.

Pada aspek pendidikan yang direfresentasikan oleh Indikator Harapan Lama Sekolah dapat direalisasikan pada angka 11,82 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah dengan angka capaian sebesar 7,68 tahun. Kemudian aspek perekonomian yang diukur melalui pengeluaran perkapita rata-rata di atas 9 juta hingga tahun 2020.

“Memperhatikan perkembangan nilai IPM tersebut mengisyaratkan bahwa usaha-usaha pembangunan manusia di Kabupaten Kolaka Utara senantiasa
Berjalan hingga hingga saat ini,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, terkait dengan kinerja Pemerintah Daerah dalam menurunkan angka kamiskinan nampaknya cukup signifikan. Pada tahun 2017 angka persentase kemiskinan di Kolaka Utara sebesar 16,24% dengan jumlah penduduk miskin 23.420 jiwa, dan pada tahun 2020 tersisa 12,96% dengan Penduduk sebanyak 19.830.

“Jadi ada penurunan angka Kemiskinan sebanyak 3,28%. Terkait dengan angka pengangguran terbuka sampai dengan tahun 2020 mencapai 2,13% dimana tahun 2017 sebesar 2,62%, dalam arti kata sedikit mengalami penurunan,” tukasnya.

Secara sektoral, kata H. Abbas, cukup banyak kinerja positif yang telah dilakukan pemkab Kolaka Utara dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, antara lain program revitalisasi kakao bahkan saat ini pemkab telah membangun kakao center yang di dalamnya mencakup aktivitas pengembangan kakao di Kolaka Utara mulai dari pelatihan petani sampai pada proses pengolahan biji kakao.

“Selain itu, untuk sektor infrastruktur jalan yang ditunjukkan dari persentase panjang jaringan jalan dalam kondisi baik hingga tahun 2020 telah mencapai 61,36% dari target 42,92%. Sedangkan pada awal kami menjabat, jalan kabupaten dalam kondisi baik baru pada kisaran 34% sehingga ada peningkatan kondisi jalan kabupaten,” tuturnya.

Sementara dari sektor perhubungan, alhamdulillah lokasi Bandara di Kolaka Utara yang dinanti-nantikan sudah ditetapkan persetujuan lokasinya (Penlok) oleh Pemerintah Pusat bahkan pembangunan Bandara Kolaka Utara sudah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022.

Berdasarkan data dan fakta  yang ada, secara makro, terangnya, tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sebesar 0,40% lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan Provinsi Sultra Sebesar -0,65%. Capaian tersebut jauh dari target yang diproyeksikan sebelumnya yakni 6,22%.

“Pertumbuhan ekonomi tersebut mengalami kontraksi sebagai dampak dari melemahnya kontribusi sektor-sektor potensial penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kolaka Utara, apalagi diperparah oleh wabah pandemi COVID-19 yang menyebabkan potensi sumberdaya alam yang tidak dapat dikelola secara maksimal,” bebernya.

Politisi PKB ini juga menyatakan, wabah pandemi COVID-19-19 telah banyak mempengaruhi perekonomian di seluruh wiayah termasuk Kolaka Utara, sehingga kebijakan pemerintahan pusat dalam mengalokasian anggaran transfer lebih banyak diarahkan untuk memulihkan kondisi perekonomian termasuk penyediaan dan pelaksanaan vaksinasi di seluruh daerah.

Karena itu, mencermati kondisi tersebut, kami berkeyakinan bahwa kemungkinan ada beberapa target pembangunan yang tidak bisa kita capai secara maksimal. Namun demikian, Kami berharap bahwa di tengah kondisi keuangan negara yang mengalami kontraksi tersebut, kita tetap optimis menatap masa depan yang lebih baik.

“Mari Manfaatkan anggaran yang ada sesuai dengan urgensinya saja, lakukan perhitungan yang matang untuk suatu aktivitas agar
benar-benar dapat dimamfaatkan oleh masyarakat Kolaka Utara yang sama-sama kita cintai,” pintanya.

Laporan: Redaksi