by

Pemda Kolut Siap Anggaran Rp 8,6 Milyar untuk Insentif Nakes

KOLAKA UTARA, TRIBUNKOLUT.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka Utara (Kolut) siap mencairkan insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) dalam rangka penanganan COVID-19 selama 20 bulan dan insentif tenaga vaksinator.

Wakil Bupati Kolut, H. Abbas, SE, mengungkapkan, bagi tenaga kesehatan yang telah menyediakan laporannya maka sudah bisa mencairkan insentif nakes tersebut Minggu ini.

“Setelah Bapak Bupati menandatangani Peraturan Bupatinya (Perbup), maka mulai hari ini nakes sebagai garda terdepan penanganan COVID-19 sudah bisa mencairkan insentifnya bagi nakes yang telah menyelesaikan laporannya baik laporan kegiatan tahu 2020 maupun tahun 2021,” kata Bupati Kolut, Selasa (28/9/2021).

Menurut Wabup, keterlambatan pembayaran insentif nakes dikarenakan penyesuaian regulasi dan penyesuaian-penyesuain keuangan daerah dan ini tidak hanya terjadi di Kolut tapi hampir seluruh kabupaten di Indonesia.

“Kami sudah sering sampaikan, baik kepada teman-teman pers maupun Nakes bahwa pada prinsipnya bukan berarti Pemkab tidak ingin menyelesaikan insentif hanya kami  serba hati-hati karena penafsiran regulasi kita itu berbeda-beda,” terangnya.

Salah satu yang menjadi bahan diskusi saat itu yakni terkait nominal insentif bagi nakes yang menangani  perawatan pasien COVID-19 selama masa isolasi.

“Jadi pembayaran insentif nakes itu mengaju ke platform 14 hari masa penanganan pasien COVID-19 yang diisolasi. Kalau misalnya ada pasien yang menjalani perawatan sampai 20 hari, insentif nakes tetap terhitung 14 hari. Sementara ketika ada pasien  COVID-19 menjalani isolasi selama 5 hari maka hitung insentifnya tetap terhitung 5 hari,” jelasnya.

Perbedaan-perbedaan inilah tutur Wabup Kolut, yang menjadi bahan diskusi dan kami rebukkan bersam pihak-pihak terkait sehingga ketemulah angka-angka insentif yang akan dibayarkan ke Nakes.

“Terkait nominal Insentif nakes perbulannya tidak bisa diprediksi, yang bisa diprediksi yang sudah berlalu. Kedepannya kita tidak tahu berapa lagi pasien COVID-19 yang akan menjalani isolasi,” tuturnya.

Selain insentif Nakes, Pemkab Kolut juga telah menyiapkan anggaran untuk insentif vaksinator.

“Kami sudah rapat bersama silahkan teman-teman Nakes vaksinator memasukkan laporan pertanggungjawabannya kita akan segera menyelesaikan sesuai dengan apa yang dilakukan selama ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kolut, Dr. Taufiq S. SP.,MM, menuturkan penyesuaian regulasi dengan Keputusan Pemerintah Pusat  membuat pembayaran insentif Nakes  lambat.

“Sebenarnya Pemkab sudah bisa membayar insentif Nakes tiga Minggu lalu dengan dasar keputusan Bupati yang pertama, namun dengan terbitnya Surat Edaran Bersama Menteri Dalam Negeri dan Meteri  Kesehatan per 19 Agustus 2021 maka kita menyesuaikan lagi dengan Surat Edaran tersebut,” terang Sekda Kolut.

Cuman, lanjut Taufiq, beberapa kasus di kabupaten yang telah membayar  dengan cara seperti itu misalnya ada yang membayar Rp 7,5 juta sampai Rp 10 juta per satu Nakes perbulan ternyata mendapat teguran.

“Kalau kami lambat boleh, tapi kelebihannya kami tidak dapat teguran karena menyesuaikan dengan SE Bersama dan tadi malam SK Bupatinya telah ditandatangani. Jadi tinggal teman-teman nakes saja kapan mau mereka cairkan insentifnya. Kalau ada yang ingin mencairkan Minggu ini juga bisa,” tukasnya.

Mantan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) ini juga menyatakan jika dirinya telah mempersilahkan pihak perencanaannya rumah sakit Djafar Harun kalau Minggu ini sudah bisa dicairkan.

“Saya sudah sampaikan tadi malam ke perencanaan rumah sakit Djafar Harun, kalau minggu ini anda mau cairkan silahkan,” tuturnya.

Kata Sekda, Pagu anggaran untuk insentif Nakes rumah sakit Djafar Harun yang telah disiapkan sekitar Rp 7,2 milyar, sementara insentif Nakes  di Puskesmas disiapkan anggaran Rp 1,4 milyar selama 20 bulan.

“Sementara untuk vaksinator kita siapkan anggaran lebih dari Rp 1,6 miliar saya kura tau persis angkanya,” tutupnya.

Laporan: Astar