by

Pemkab Kolaka Utara Gerakkan Ribuan Petani Melalui Program Readsi

KOLAKA UTARA, TRIBUNKOLUT.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanghorti) Kolut, mengklaim telah menggerakkan ribuan petani di Kolut melalui program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-Up Initiative (Readsi).

Pernyataan tersebut dikemukakan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Drs. Syamsu Ridjal, SH saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/1/2022)

Lebih lanjut ia menyampaikan, kegiatan Readsi di Kolut dilaksanakan di 18 desa yang tersebar di 11 kecamatan yakni Desa Salurengko, Kecamatan Wawo. Desa Puncak Monapa, Watuliwu, dan Rante Limbong, untuk Kecamatan Lasusua, Desa Katoi, Kecamatan Katoi.

Kemudian Desa Kalu-kaluku, Korooha, dan Jabal Nur untuk Kecamatan Kodeoha. Desa Tiwu, Kecamatan Tiwu. Desa Mataiwoi, Kecamatan Ngapa. Desa Kasumeeto, Kecamatan Pakue. Desa Kalahunde, Kecamatan Pakue Tengah. Desa Pakue, Kecamatan Pakue Utara. Desa Latowu dan Kelurahan Batu Putih, Kecamatan Batu Putih. Serta Desa Ponggi, Kecamatan Porehu.

“Program Readsi di Kolaka Utara telah menggerakkan 2.993 orang kepala keluarga yang tergabung dalam 125 kelompok tani dan terbagi menjadi beberapa kelompok sesuai klasifikasi usah tani seperti kelompok petani kakao sebanyak 45 kelompok, petani padi sawah 7 kelompok, petani jagung 25 kelompok, tanaman hortikultura 14 kelompok, pekarangan 18 kelompok, dan bonlainya 17 kelompok,” terangnya.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, lanjutnya, di tiap-tiap desa telah ditempatkan fasilitator dan di tingkat kabupaten ditetapkan satu orang tenaga ahli pemberdayaan.

“Mereka ditugaskan untuk mendampingi kelompok-kelompok tani dalam menjalankan aktivitas dan program sehingga dapat berjalan sesuai yang kita harapkan,” urainya.

Fokus utama kegiatan Readsi di tahun 2021 lalu adalah membangun infrastruktur sederhana dan bantuan dana pembelian alat dan mesin pertanian melalui bantuan transfer uang yang pengelolaannya dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani.

“Melalui pola ini diharapkan kelompok tani yang ada dapat belajar menentukan dan mencari alat dan mesin pertanian sesuai yang mereka butuhkan,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk tahun 2022, kegiatan utama program Readsi di Kolut yaitu menuntaskan pengadaan dan penyaluran alsintan kelompok tani yang belum terselesaikan di tahun 2021, seperti Kelurahan Batu, Kecamatan Batu Putih, dan dua desa lainnya.

“Selain melanjutkan pengadaan alsintan yang tertinggal, tahun ini juga ada pemberian Reward kepada para petani yang mengelola kebun dengan baik sehingga berproduksinya bagus dan berkualitas,” jelasnya.

Menurut Syamsu Ridjal, program Readsi merupakan salah satu kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat desa.

“Di Sulawesi Tenggara, program ini hanya dilaksanakan di tiga kabupaten, salah satunya di Kabupaten Kolaka Utara,” bebernya.

Program ini berlangsung selama lima tahun, tuturnya, dimulai pada tahun 2018 dan akan berakhir pada tahun 2022. Tahun 2021 lalu telah memasuki tahun keempat. Tahun pertama, program Readsi fokus pada persiapan administrasi dan pembentukan struktur organisasi serta penetapan lokasi sasaran.

“Kegiatan ini dilaksanakan di tingkat pusat,” katanya.

Tahun kedua dan seterusnya, tambahnya, dilaksanakan di daerah. Bentuk kegiatan di tahun kedua adalah peningkatan pengetahuan kelompok sasaran melalui sekolah lapang.

“Tahun ketiga pemberian sarana produksi dan di tahun keempat pemberian dana pembelian alsintan serta pembangunan infrastruktur sederhana,” rinciannya.

Laporan : Astar