by

Permudah Akses Petani, Pemkab Kolut Resmikan Dua Jembatan

KOLAKA UTARA, TRIBUNKOLUT.COM – Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Utara (Kolut), Drs. H. Nur Rahman Umar, MH dan H. Abbas, SE meresmikan dua jembatan yang terletak di Desa Lapolu, Kecamatan Tiwu dan Desa Watunohu – Lelehao, Kecamatan Watunohu.

Bupati Kolut saat ditemui awak media usai peresmian jembatan di Desa Lapolu menuturkan, jembatan dengan panjang 20 meter, lebar 4 meter ini dibangun untuk mempermudah akses masyarakat menuju ke kebun, termasuk memudahkan distribusi logistik dan mobilitas petani dalam menggarap kebunnya sehingga tercipta efisiensi dalam transportasi baik biaya maupun waktu.

Wakil Bupati Kolut, H. Abbas, SE di dampingi Kadis PUPR Kolut, Mukramin, SE.,MM saat menggunting pita bentuk peresmian jembatan gantung Desa Watunohu-Lelehao. Foto: Astar.

“Hari ini kita patut berbagga dan bersyukur kepada Allah SWT atas selesainya pembangunan sekaligus peresmian penggunaan jembatan Desa Lapolu dengan panjang 20 meter, lebar 4 meter dengan pagu anggaran Rp 1,150 Milyar,” terangnya, Kamis (6/1/2021).

Nur Rahman berharap dengan rampungnya pembangunan jembatan tersebut, dapat memperlancar arus perekonomian maupun distribusi barang dan jasa, hasil perkebunan, atau kebutuhan sarana perkebunan bagi warga di desa ini dan sekitarnya seningga, berdampak pada peningkata pendapatan para petani.

“Untuk itu, saya sangat berharap agar masyarakat Desa Lapolu dapat memelihara dan menjaga fasilitas ini secara berkelanjutan agar betul-betul dapat dimanfaatkan dengan baik dan sesuai peruntukannya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pasangan H. Abbas SE ini juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan dan penyelesaian jembatan tersebut, karena di tengah keterbatasan anggaran daerah dan wabah COVID-19 Pemda masih bisa merealisasikan pembangunan jembatan ini.

Wabup Kolut bersama Kadis PUPR tinjauan jembatan gantung Desa Watunohu-Lelehao. Foto: Astar.

“Insya Allah mudah-mudahan Allah SWT merahmati dan memberikan kemampuan, kita akan
membangun fasilitas lainnya yang sifatnya akan mendukung peningkatan perekonomian masyarakat,” tukasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, pembangunan dan keberadaan dua jembatan ini, menjadi kado istimewa Pemda kepada masyarakat Kecamatan Tiwu dan Watunohu khususnya Desa Lapolu, Desa Watunohu, dan Lelehao di momen hari jadi Kabupaten Kolaka Utara ke-18.

“Jembatan ini akan memberikan makna bagi Kabupaten Kolaka Utara menuju cita-cita yakni terwujudnya Kabupaten Kolaka Utara Madani, dimana prioritas
utama kita sejak awal adalah bagaimana membangun dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor-sektor unggulan daerah khususnya sektor perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Kolaka Utara,” pungkasnya.

Selain itu, menyoal pembangunan infrastruktur jemabatan, politisi partai Demokrat ini juga menekankan pentingnya vaksinasi bagi masyarakat Kolut untuk menciptakan kekebalan tubuh masyarakat sebagai upaya mencegah penyebaran virus COVID-19.

Olehnya itu, mantan Kadis Pertambangan dan ESDM Kolut ini menghimbau dan mengajak masyarakat Kolut untuk ikut program vaksinasi dan tidak termakan isu-isu hoax terkait vaksinasi.

Hal serupa disampaikan Wakil Bupati Kolut, H. Abbas, SE yang didaulat oleh Bupati Kolut untuk meresmikan jembatan gantung di Desa Watunohu-Lelehao pasca peresmian jembatan di Desa Lapolu.

Menurut Wabup, meski target vaksinasi di Kolut telah melampaui target nasional. Proses vaksinasi akan tetap dijalankan sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 terlebih lagi setelah ditemukannya varian baru COVID-19 yakni Delmicron.

“Vaksinasi sangat penting bagi masyarakat, karena hampir semua aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan pengurus atmistrasi, bantuan sosial, termasuk perjalanan keluarga daerah semua memerlukan bukti serikat vaksin,” urainya.

Kata Wabup, pembangunan jembatan gantung Desa Watunohu-Lelehao menelan anggaran Rp 149 juta denga panjang 38 meter dan lebar 2 meter.

“Jembatan ini dibangun untuk memudahkan distribusi logistik dan mobilitas petani dalam menggarap kebutuhannya karena mayoritas petani yang berdomisili di dua desa tersebut memiliki lahan perkebunan di seberang sungai,” imbuhnya.

Laporan: Astar