by

Puluhan Hektare Sawah di Kolut Kembali Digarap Setelah Belasan Tahun Jadi Ladang

KOLAKA UTARA, TRIBUNKOLUT.COM – Desa Pakue, Kecamatan Pakue Utara, merupakan salah satu desa dari 133 desa dan kelurahan di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) yang mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup dari hasil pertanian dan perkebunan.

Selain kakao (coklat), padi sawah juga merupakan salah satu komoditi unggulan masyarakat setempat yang telah diolah sejak puluhan tahun.

Namun, sejak tahun 2007 hingga tahun 2019 masyarakat setempat lebih memilih menanam jagung, nilam, bawang merah, kedelai, dan tanaman pertanian lainnya dibanding menanam padi.

Kepala Desa Pakue saat panen padi

Menurut kepala Desa Pakue, Ichwan Alwi, luas area persawahan di Desa Pakue sekitar 30 hektare. Sekitar 25 hektare telah dikelolah kembali sementara sisanya belum terkelola.

“Luas sawah di Desa Pakue sekarang sekitar 30 Hektare. Tapi secara potensial luasnya bisa mencapai sekita 45 hektare jika dihitung dengan kebun ladang disekitar area persawahan yang dulunya juga merupakan sawah kemudian beralih fungsinya sebagai kebun ladang akibat tidak maksimalnya suplai air dari irigasi,” kata Kades Pakue, Sabtu (31/7/2021).

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika masyarakat Desa Pakue terakhir kali bersawah sekitar tahun 2007. Setelah itu masyarakat mulai kembali mengolah sawah secara massal pada tahun 2020.

“Sawah disini sudah lama tidak terolah, bahkan dalam rentan waktu 2007 sampai 2019 petani lebih memilih memanfaatkan lokasinya dengan menanam jagung, kedelai,┬ánilam, bawang merah, dan lain sebagainya dengan menyesuaikan kondisi cuaca. Ketika musim kemarau tanam jagung dan tanaman lain,” bebernya.

Bukan hal mudah, tutur Ichwan untuk meyakinkan masyarakat agar mereka kembali mau memanfaatkan lahannya sebagai area persawahan. Dibutuhkan perjuangan dengan cara memotivasi mereka melalui mimbar masjid dan musyawarah desa.

“Awalnya sangat sulit meyakinkan warga, tidak sedikit warga yang menyindir dan nyiyir. Tapi untuk meyakinkan mereka saya juga turun langsung menggarap sawah dan alhamdulillah dua tahun terakhir perlahan warga mulai bergerak kemabali bersawah,” tuturnya.

Kini keinginannya mengembalikan kejayaan desanya sebagai salah satu lumbung padi pada masa lalu mulai tampak meski belum sesuai harapan.

“Hasil panen perdana tahun lalu sekitar 230 karung gabah dengan luas area tanam sekitar 50 persen, sementara tahun ini belum bisa diprediksi karena masih proses panen dengan luas area tanam sekitar 75 persen. Semoga hasilnya maksimal,” tukasnya.

Ichwan menuturkan keberhasilan masyarakat saat ini tidak lebas dari sumbangsih Dinas PUPR Kolut yang telah membangun irigasi persawahan. Walaupun belum optimal tapi air telah mengairi persawahan warga.

“Kami juga mengungkapkan terimakasih kepada Penyuluh Pertanian bapak Mujahidin, SP, Ketua Kelompok Tani Abd. Rahman dan Muh. Saleh. Mereka bertiga banyak membantu menggerakkan petani di Desa Pakue,” ucap Ichwan.

Untuk lebih memaksimalkan hasil persawahan masyarakat di Desa Pakue saat ini mereka sangat membutuhkan traktor tangan dan gender.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Samsul Rijal melalui Sekertaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Natimo, SP menguraikan pihaknya telah memberikan bantuan bibit dan obat-obatan serta saran dan prasarana penunjang lainnya sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah.

“Untuk tahun ini ada bantuan embun penampungan air persawahan,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, Natimo mengapresiasi usaha dan inisiatif pemerintah desa serta warga setempat untuk kembali menghidupkan area persawahan yang telah berubah sejak belasan tahun lamanya.

 

Laporan: Astar/MRH