by

Ridwan Bae Puji Kepemimpinan Nur Rahman Umar

Kolaka Utara, Tribun Kolut – Wakil Ketua Komisi V yang membidangi infrastruktur, transportasi, daerah tertinggal dan transmigrasi, meteorologi, klimatologi, dan geofisika, pencarian dan pertolongan.
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ir. Ridwan Bae memuji langkah Bupati Kolaka (Kolut), Drs. H. Nur Rahman Umar, MH untuk membangun Bandar Udara (Bandara) di Kolut.

Pujian tersebut disampaikan, kader Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut saat meninjau langsung proyek pembangunan bandara yang terletak di Desa Kalau-Kaluku dan Lametuna, Kecamatan Kodeoha, Kamis (14/10/2021).

“Apa yang dilakukan pak bupati ini luar biasa, ini bukan ide kecil tapi ini ide besar. Bupati tidak berpikir 10 tahun kedepan, tapi dia berfikir 100-200 tahun kedepan dan itu ada pada diri Pak Bupati Nur Rahman Umar. Ini hebat dan luar biasa,” kata Ridwan Bae.

Lebih lanjut, ia menyampaikan jika dalam beberapa kesempatan, dirinya telah menyampaikan pembangunan bandara Kolut ke Dirjen Perhubungan Darat dan Kementerian Perhubungan. Namun, akibat belum terpenuhinya salah satu syarat administrasi membuat penganggaran di tahun 2022 tertunda.

“Beberapa Minggu yang lalu kami Rapat Dengar Pendapat det Dirjen, saya minta anggaran untuk pembangunan bandara Kolut untuk tahun 2022. Setelah dipelajari belum ada serah terima aset dari kabupaten ke pemerintah pusat menyebabkan penganggaran tersebut tertunda,” bebernya.

Selain itu, lanjutnya, gambaran Bupati Kolut terkait potensi ekonomi dan sumber daya alam di Kolut yang dapat menjadi daya tarik bagi pebisnis, sehingga dibutuhkan alat transportasi yang dapat memangkas jarak tempuh agar pebisnis tertarik masuk untuk investasi di Kolut sangat rasional.

“Olehnya itu, dukungan lah bupati mu ini, yang berpikir jauh kedepan karena jarang kita menemukan bupati yang ingin berpikiran jauh kedepan. Jaran sekali,” terangnya.

Ridwan Bae juga menyampaikan jika kehadiran dirinya di lokasi pembangunan bandara tulus untuk percepatan pembangunan infrastruktur Bandara Kolut.

“Mari kita sama-sama berdoa mudah-mudahan dengan kehadiran kami disini dapat mempercepat pelaksanaan pembangunannya. Dan saya sebagai perwakilan masyarakat tidak akan berhenti berjuang sampai bandara Kolut selesai terbangung,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur baik jalan maupun bandara sejalan dengan perintah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

“Kami di partai Golkar memang diperintahkan untuk memperjuangkan aspek-aspek infrastruktur yang ada di Indonesia, agar dapat mengangkat harkat ekonomi masyarakat tidak terkecuali di Kolaka Utara dan bandara serta jalanan itu adalah bagian dari infrastruktur yang dapat mengangkat ekonomi kita,” tukasnya.

Atas dasar itu, kader partai Golkar ini gencar menghadirkan terobosan baru untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur di daratan Sulawesi. Salah satunya, pembangunan jembatan penghubung Buton-Muna sepanjang 700 meter tanpa tiang.

“Saat ini dalam proses perencanaan dan dalam waktu tidak lama lagi akan terbangun,” tuturnya.

Selain jembatan penghubung tersebut, mantan Bupati Muna ini juga menyampaikan perencanaan pembangunan infrastruktur jembatan yang menghubungkan Kabupaten Muna dan daratan Sulawesi. Tujuannya, agar 71 kabupaten yang ada di daratan Sulawesi dapat diakses melalui jalur darat.

“Divisibility study sekarang yaitu jembatan penghubung antara Muna dan daratan Sulawesi. Saat ini ada 81 kabupaten yang ada seluruh Sulawesi, 71 kabupaten nantinya bisa diakses melalui jalur darat (menggunakan jembatan) kecuali 8 kabupaten yang letaknya terlalu jauh sehingga tetap menggunakan transportasi laut,” jelasnya.

(Mrh)