by

Sektor Pertanian Dapat Menopang Pertumbuhan Prekonomian Kolaka Utara

Kolaka Utara, Tribun Kolut – Pertumbuhan ekonomi ekonomi Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) saat ini disupport oleh sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Ashar Bafadal dalam rapat kordinasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) di aula Kantor Bupati Kolaka Utara beberapa pekan lalu.

“40 persen pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kolaka Utara bersumber dari sektor pertanian dalam arti luas, termasuk didalamnya perikanan dan kehutanan. Sehingga pembangunan di sektor tersebut harus diperhatikan karena dapat menopang perekonomian Kolaka Utara,” terangnya.

Olehnya itu, lanjutnya, usaha Pemerintah Daerah (Pemda) Kolut pada sektor pertanian/perkebunan dengan merevitalisasi kakao sangat tepat, sebagai salah satu upaya untuk menopang ekonomi daerah.

“Program revitalisasi kakao yang dilakukan Pemda saat ini, sudah tepat karena selain memperhatikan para petani. Sektor ini juga penyumbang pertumbuhan prekonomian terbesar di Kolaka Utara,” jelasnya.

Sementara sektor pertambangan hanya berada diurutan kedua penyumbang pertumbuhan ekonomi Kolut. Meski demikian, tingkat pengembalian ke masyarakat sangat rendah dan cenderung meningkat adalah pemodal atau pengusah.

“Sekitar 17,12 persen kalau tidak salah pertubuhan ekonomi di Kolut disupport sektor pertambangan namun tingkat pengembalian ke masyarakat sangat rendah dan yang meningkat adalah pengusaha besar atau pemilik modal,” urainya.

“Berbeda dengan sektor pertanian, yang menikmati hasilnya tentu petaninya atau masyarakat umum,” lanjutnya.

Dr Ashar berharap, refocusing anggaran tidak membuat perhatian Pemda Kolut terhadap pengembangan sektor pertanian/perkebunan, kelautan dan kehutanan menurun.

“Secara de facto inilah penyumbang pertumbuhan ekonomi di Kolaka Utara,” pungkasnya.

Untuk saat ini, Kabupaten Kolaka Utara berada di urutan ke-6 penyokong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara dengan persentase 6,77 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut sangat bagus untuk daerah pemekaran baru.

(Astar)