by

Sering Ngopi Bareng, Bupati Kolaka Utara Puji Kesederhanaan Pandam XIV/Hasanuddin

TRIBUNKOLUT.COM, LASUSUA – Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 27 Januari 2021, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Andi Sumangerukka, SE.,MM melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Dalam Kunker tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin melakukan berbagai aktivitas yakni peletakan batu pertama panti asuhan santuri, penanaman perdana bibit kakao, pembagian sembako, dan evaluasi pembangunan empat unit rumah (bedah rumah).

Mayjen TNI Andi Sumangerukka, SE.,MM mengungkapkan, Ia dan Bupati Kolaka Utara merupakan sahabat akrab. Mereka berdua sering ngopi bareng, bahkan terkadang berbagi segelas kopi berdua.

“Saya adalah kawan beliau, jadi kalau bicara tentang jarak maka antara saya dan Pak Bupati itu tidak ada jarak. Kami sering ngopi dan nongkrong bersama, bahkan terkadang kopinya itu satu gelas kita bagi dua. Jadi kedekatan kami itu sudah tidak ada batas,” kata Mayjen TNI Andi Sumangerukka saat menyampaikan sambutannya di lokasi pembangunan panti asuhan santuri.

Lebih lanjut Putra Sulawesi Tenggara ini mengatakan, jika dirinya bukan orang baru di Kolaka Utara. Ketika menjabat Komando Resor Militer (Danrem), Ia berkali-kali mengunjungi Kolaka Utara.

“Jadi saya paham betul tentang Kolaka Utara,” terangnya.

Selain itu, Pangdam juga mengapresiasi program kerja pemerintah Kolaka Utara yang fokus melakukan penguatan ekonomi masyarakat melalui program revitalisasi kakao dan keseriusan pemerintah daerah membangung bandar udara serta pelabuhan peti kemas.

“Sarana transportasi baik udara maupun laut itu sangan penting, sehingga apa yang dicanangkan pemerintah daerah terkait pembangunan Bandara dan pelabuhan peti kemas mesti mendapat dukungan dan apresiasi. Saya akan gunakan semua potensi yang saya miliki untuk membantu membangung daerah ini,” jelas Pangdam.

Terkait pembangunan Panti Asuhan Santuri, Pandam XIV/Hasanuddin berharap panti asuhan tersebut dapat menjadi sarana ibadah bagi masyarakat khususnya masyarakat Kolaka Utara.

“Insyaalah Saya akan membantu pembangunan panti asuhan Santuri selama saya masih menjadi panglima,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, MH, menjelaskan, lokasi pembangunan panti asuhan santuri masuk dalam kompleks kakao center atau kawasan pabrik kakao yang ditargetkan beroperasi di tahun 2021.

“Insyaalah tidak lama lagi kita akan resmikan penggunaan pabrik kakao tersebut,” jelas Bupati.

Pembangunan pabrik kakao di Kolaka Utara merupakan bentuk kerjasama Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) dan pemerintah daerah sebagai upaya pengembangan kakao dari hulu hingga hilir.

“Kehadiran pabrik ini termasuk bantuan dari Kementerian Pertanian. Kebetulan Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara saat ini menjadikan penguatan ekonomi masyarakat berbasis sektor perkebunan yang program utamanya revitalisasi kakao sebagai program unggulan,” bebernya.

Sejak puluhan tahun yang lalu masyarakat Kolaka Utara telah menjadikan kakao sebagai sumber mata pecarian utama, bahkan kakao mengalami masa kejayaan pada era tahun 90-an dengan produksi mencapai ribuan ton pertahun. Puncaknya tahun 1998 ketika Indonesia dilanda krisis ekonom justru masyarakat Kolaka Utara hidup sejahtera dengan hasil kakao.

“Olehnya itu, dari sekian banyak jenis komoditi yang menjadi sumber pendapatan masyarakat Kolaka Utara, 80 persen diantaranya menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan kakao. Atas dasar inilah sehingga Pemda Kolaka Utara memilih revitalisai kakao sebagai program unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kolaka Utara,” tukasnya.

Selain program revitalisasi kakao, saat ini Pemda Kolaka Utara menggenjot pembangunan bandar udara (Bandara) dan pelabuhan petikemas. Setelah pembebasan lahan di tahun 2020, kini bahdara yang terletak di Kecamatan Kodeoha telah memasuki tahap pembangunan fisik.

“Kita berharap kehadiran bandara dapat mempermudah investor masuk dan berinvestasi di Kolaka Utara. Sementara keberadaan pelabuhan petikemas, nantinya dapat mempermudah penjualan komoditi hasil pertanian atau perkebunan masyarakat. Sehingga kedepannya hasil komoditi kita tidak lagi dijual lintas pulau tapi kita bisa langsung kenegara yang membutuhkan (ekspor),” harapnya.

Diakhir sambutannya Bupati Kolaka Utara, menyampaikan rasa terimakasih kepada Pangdam XIV/Hasanuddin yang menyempatkan diri datang di Kolaka Utara untuk meresmikan pembangunan panti asuhan santuri.

Bagi Nur Rahman Mayjen Andi Sumangerukka adalah sosok panglima yang sederhana.

“Beliau adalah sosok yang sederhana. Kami sering ngopi bareng dan saya dengan beliau sahabat akrab,” pungkasnya.

Laporan: Rus