by

Tidak Capai Target Pekerjaan, DPRD Kolut Sepakat Perpanjangan Kontrak Bagi PT SSMA

KOLAKA UTARA, TRIBUNKOLUT.COM – Komisi III DPRD Kolaka Utara (Kolut) kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Kamis (28/10/2021) bersama Dinas PUPR Kolut, Inspektorat, Perwakilan Kontraktor PT Sumber Sarana Mas Abadi (PT SSMA), serta Konsultan pelaksana.

RDP tersebut masih tindak lanjut kisruh proyek peningkatan Jalan Poros Bansala-Ponggi, Kecamatan Porehu dan Jalan Totallang-Latawaro, Kecamatan Lambai yang per tanggal 24/10/2021 persentase pengerjaan dua proyek tersebut belum mencapai target kesepakatan RDP Selasa (12/10/2021) lalu.

Rapat yang dipimpin langsung Wakil Ketua I DPRD Kolut, Hj. Ulfa Haeruddin, ST dan dihadiri lima anggota legislatif lintas Komisi berlangsung alot.

Alotnya hearing kali ini, dipicu ketidak mampuan  PT SSMA menyelesaikan target yang telah disepakati dalam RDP beberapa waktu lalu dan upaya perpanjangan kontrak dari Dinas PUPR Kolut.

Sampai tanggal 24/10/2021, pihak kontraktor baru menyelesaikan 53,4 persen untuk peningkatan Jalan Poros Bangsala-Ponggi dari kesepakatan 83,31 persen. Sementara Jalan Totallang-Latawaro hanya sekitar 81,72 persen dari kesepakatan 88,03 persen.

Menurut Kadis PUPR Kolut, Mukramin SE,.MM, berdasarkan hasil monitoring dilapangan, keterlambatan pekerjaan untuk Jalan Totallang-Latawaro diakibatkan kondisi cuaca atau curah hujan yang terlalu tinggi sehingga proses percepatan untuk mencapai target terkendala.

Sementara Jalan Poros Bangsala-Ponggi disebabkan oleh tiga faktor yakni pertama, kondisi material yang diambil dari masyarakat masih bercampur dengan bebatuan sehingga memperlambat kerja crusher, kedua, minimnya peralatan, dan langkahnya Bahan Bakar Minyak.

“Ketiga persoalan tersebut membuat pemenuhan Lapis Pondasi Atas (LPA) untuk Bangsala-Ponggi agak telat, itupun kita sudah support dari Lawadia, dan juga mendatangkan breaker untuk mempercepat prosesnya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Mukramin juga menyatakan dengan berakhirnya waktu pelaksanaan pengerjaan per tanggal 24/10/2021, maka proses pekerjaan lanjutan oleh kontraktor akan dikenakan denda keterlambatan terhitung sejak tanggal 25/10/2021 sebesar seper seribu dari sisa kontrak yang belum terselesaikan atau Rp. 3.223.000 per hari untuk Jalan Bangsala-Ponggi.

Meski tidak mencapai target, Komisi III DPRD Kolut tetap menyepakati perpanjangan kontrak untuk PT SSMA dengan catatan pihak kontraktor menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan selesai 100 persen.

“Kami memberikan kesempatan perpanjangan kontrak ini dan sebagainya penjaminnya adalah Kadis PUPR, jadi Kadis PUPR yang bertanggung jawab mengawasi proses pekerjaan PT SSMA,” terang Hj. Ulfa Haeruddin.

Selain itu, kami bersepakat memberikan perpanjangan kontrak kepada PT SSMA dengan alasan anggaran yang digunakan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) jika sampai batas waktu perpanjangan kontrak pekerjaan tidak kelar maka pihak berurusan dengan hukum sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kami meminta kepada inspektorat melakukan evaluasi atas proses pemenang tender PT SSMA,” pintanya.

Laporan: MRH