by

Tingkatkan Pelayanan Disdukcapil Kolut Luncurkan Dua Program di Tahun 2021

TRIBUNKOLUT.COM, LASUSUA – Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), penduduk yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) hingga memasuki tahun 2021, masih sekitar 10.226 jiwa.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Drs. Buhari, MM mengungkapkan untuk mengejar target 98 persen dengan kisaran angka 9000-an sesuai target nasional yang diberikan oleh pemerintah pusat. Instansinya terus berupaya dengan melakukan berbagai trobosan baru.

“Salah satunya dengan turun langsung ke desa dan kelurahan untuk melakukan perekaman dan tetap memberikan pelayanan di hari Sabtu dan Minggu,” Kata Kadis Dukcapil Kolut, Selasa (26/1/2021).

Sebagai upaya menggenjot pencapaian target perekaman e-KTP dan pelayanan admistrasi kependudukan lainnya, Disdukcapil meluncurkan dua program di tahun 2021 yakni program Sistem Layanan Admistrasi Kependudukan (SILAKU) dan kerjasama dengan Jasa Kurirku untuk antar jemput dokumen ke rumah warga.

“Untuk jasa kurir baru melayani 7 desa di wilayah Kecamatan Lasusua yakni desa yaitu Desa Ponggiha, Pitulua, Tojabi, Rantelimbong, Patowonua, Watuliu, dan Kelurahan Lasusua dengan biaya satu kali antara Rp. 5000. Sementara desa-desa yang berada di daerah pegunungan, itu belum terjangkau,” terangnya.

Untuk program SILAKU lanjutnya, telah berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari masyarakat. Sementara program kerjasama dengan Jasa Kurirku, masih tahap uji coba selama satu tahun dengan nilai kontrak Rp 15 juta.

“Jika program ini bisa berjalan dengan baik mendapt respon positif dari masyarakat, maka tahun depan kami akan menambah kontraknya untuk memperluas jangkauan antar jemput dokumen sampai ke Kecamatan Katoi dan Kecamatan Lambai,” ungkapnya.

Mantan Kadis Kominfo Kolut ini berharap melalui program yang telah dicanangkan di 2021 target 98 persen dapat tercapai sehingga ketika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tahun 2022 atau 2024 tidak ada lagi masyarakat yang belum mempunyai e-KTP serta dokumen lainnya.

“Kami juga berharap agar para kepala desa bersinergi dengan Disdukcapil melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kepemilikan e-KTP dan dokumen lainnya,” harapnya. (Rusman)