by

Utang Pemkab Kolut di Bank Sultra Mencapai Rp 97,4 Miliar

Kolaka Utara, Tribun Kolut – Bungan beserta pinjaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut) di Bank Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai Rp 110 miliar. Meski dalam masa sulit, utang pokok daerah tersebut tetap akan dibayarkan agar tidak terjadi pembengkakan dan didenda.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kolut, Dr. Taupiq S, SP.,MM mengungkapkan, utang pokok Pemkab Kolut ke Bank Sultra selama dua tahun berjalan berkisar Rp 97,4 miliar. Sejak awal harusnya dilakukan pembayaran senilai Rp 52 miliar sampai Rp 53 miliar.

“Tahun ini kita berkewajiban membayar Rp 52 miliar sampai Rp. 53 miliar. Dana induk yang disiapkan hanya Rp 36 miliar. Karena tidak mencukupi utang pokok itu, hingga alami defisit sekitar Rp 17,8 miliar,” jelasnya, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Karena tidak mencukupi, Pemkab terpaksa menarik tambahan dana simpanan dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menambah kekurangan. Pembayaran angsuran tersebut sebenarnya bisa ditunda, namun ada denda yang bakal mengikutinya sekitar Rp 6,9 miliar sehingga dapat menyebabkan utang membengkak.

“Dampaknya, bisa dipastikan, program kegiatan Pemkab pada 2022 mendatang akan terhambat juga, karena pemerintah hanya akan fokus pada pembayaran utang yang menumpuk,” tukasnya

Sekadar informasi, selain pinjaman bank, tahun ini Pemkab Kolut sedang berupaya membayar insentif tenaga kesehatan yang belum terbayarkan selama 20 bulan dan pelunasan TPP pegawai yang terhambat selama tujuh bulan.

(Mrh)