by

Wagub Sultra Hadiri Pengukuhan DPD LAT, HIPTI dan Tamalaki Patowonua

LASUSUA, TRIBUNKOLUT.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. H. Lukman Abunawas SH., M.Si., MH kembali berkunjung di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Kehadiran orang nomor dua Sulawesi Tenggara di bumi Lipu Patowonua kali ini dalam rangka menyaksikan bakti sosial khitan massal yang digelar Dewan Pengurus Pusat Lukman Abunawas Center (DPP LAC), di Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua Sabtu (25/6/2022).

Selain memantau aksi khitanan massal, Lukman Abunawas, juga menghadiri pengukuhan 206 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LA Center Kabupaten Kolaka. yang digelar di Aulah Masjid Agung Bahrurrasyad Wal Ittihad Lasusua Minggu (26/6/2022) pagi.

Selanjutnya, menyaksikan pengukuhan DPD Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kolaka Utara, DPD Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI) Kolaka Utara, dan Tamalaki Patowonua di alun-alun Kota Lasusua usai shalat duhur.

Wagub Sulawesi Tenggara hadir di Kolut bersama Ketua Umum DPP LA Center, Harmin Ramba, Wakil Ketua DPP LAC, La Ode Barhim, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP LAC Abd. Rakil Naba, Ketua DPP LAT Sultra, Drs. H. Masyhur Masie Abunawas, M.Si, Ketua PB HIPTI Sultra, Rusmin Abdul Ghani, SE beserta rombongan lainnya.

Lukman Abunawas (LA) dalam sambutannya menyampaikan, LAT adalah lembaga legal yang menjadi lokomotif sarana untuk menghimpung semua wacana-wacana budaya dan adat istiadat, yang perlu dilestarikan sesuai dengan UU Nomor 5 tahun 2011 Tentang Pemajuan Kebudayaan.

Serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 53 Tahun 2017 Tentang Pelestarian, Pengembangan, Adat Budaya Masing-masing Daerah.

Wagub mengajak, LAT dan masyarakat  Tolaki di Kolaka Utara memelihara adat budaya dan mendukung program-program Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kolaka Utara serta tidak terpancing dengan hasutan yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Adat adalah peninggalan leluhur kita yang harus tetap kita lestariakan karena bagaimana pun  juga adat budaya dengan pemerintah harus menyatu, jangan kita terpancing dengan hasutan-hasutan yang kadang kala dapat memecah belah,” katanya.

Ketua DPP LAT Sulawesi Tenggara, Drs. H. Masyhur Masie Abunawas, M.Si mengatakan, pengukuhan tiga lembaga merupakan hal penting dan strategis bagi masyarakat Tolaki di bumi Patowonua.

“Kiranya setelah pelantikan para pengurus lembaga dapat berkolaborasi dengan baik tidak hanya dalam internal lembaga tapi juga dengan paguyuban-paguyuban yang ada di Kolaka Utara,” pesan Masyhure.

Ia juga berpesan agar tiga lembaga yang telah dikukuhkan bersinergi dengan suku-suku lain dan saling merangkul.

“Saya harap kita tidak jadi penonton di daerah kita, jangan melihat orang luar masuk terus berkembang lantas kita iri hatia. Itu tidak boleh, justru jadikan motivasi dan jangan memusuhi suku-suku lain, tapi bersinergilah secara bersama-sama,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPD LAT Kolaka Utara, Mukhdar Landumaka, S.Pd menegaskan, penamaan Pantampanua untuk sebutan lain dari Kolaka Utara keliru dan perlu diluruskan.

“Yang benar adalah kata Patowonua, sejarahnya jelas. Semoga kata ini semakin membumi, diterima semua kalangan masyarakat Kolaka Utara,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengurai tujuan pengukuhan dan pengibaran panji LAT di Kolaka Utara untuk menunjukkan partisipasi dan kontribusi orang Tolaki dalam memajukan Kolaka Utara sesuai dengan peran dan bidangnya masing-masing, dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip saling menghormati dan kebersamaan.

“Mari kita jaga kondisi dan situasi Kolaka Utara dengan memperat hubungan talisilaturahim antar sesama putra daerah demi kemajuan Kolaka Utara menuju kabupaten Madani di Sulawesi Tenggara,” serunya.

Orang nomor satu di DPD LAT Lipu Patowonua ini, juga menggambarkan salah satu persoalan krusial yang dihadapi suku Tolaki hari ini yakni bahasa daerah Tolaki yang menurut para ahli linguistik sedang dalam perjalanan menuju kepunahan.

“Jika orang Tolaki tidak menyadarinya, maka paling lama 30 tahun bahasa Tolaki ini akan punah. Untuk itu, saya mengajak kepada kita semua hari kita jaga dan lestarikan dengan cara melatih anak-anak kita menggunakan bahasa Tolaki di lingkungan keluarga,” pungkasnya.

Laporan: Astar Bijak